AWAS PENIPUAN !!! DISAMPAIKAN KEPADA SELURUH MAHASIWA UNTAG SEMARANG BAHWA UNTUK PEMBAYARAN BIAYA KULIAH SLIP RESMI DI KELUARKAN OLEH KAMPUS, TIDAK MELALUI SMS, TELEPHON ATAU SEJENISNYA

 

e-learning

untag cloud data

SIMPEG

tracer studi

wawasan kebangsaan

SIM Peneliti

Kritik Mahasiswa lewat Pentas ”Di Bawah Atmosfer”

Sumbangsih dari intelektual keilmuan mahasiswa diharapkan mampu memberikan perubahan. Namun, bagaimana bila mahasiswa tak menyadari perannya itu. Melalui pentas bertajuk ”Di Bawah Atmosfer, Teater Pitoelas Untag mengkhiritisi para mahasiswa. Kehidupan di kampus sangat kompleks. Ada mahasiswa hanya mengejar nilai tinggi, aktif berorganisasi, atau mereka yang menumpang status saja. Kemajemukan itu digambarkan dalam pentas Teater Pitoelas, Universitas 17 Agustus (Untag), Rabu (27/9) malam. Lewat naskah Di Bawah Atmosfer karya Achmad Labib Chidqi, Teater Pitoelas ingin mengenalkan dunia kampus kepada mahasiswa baru Untag. Pentas tersebut juga sekaligus mengajak mahasiswa baru Untag untuk bergabung dalam unit kegiatan kampus itu. ”Baru kali pertama kami mengenalkan kegiatan teater ini melalui pentas. Tahun sebelumnya, kami hanya promosi melalui lembar pengumuman,” kata Ahmad Labib Chidqi yang juga menjadi sutradara pentas tersebut.

Naskah tersebut menceritakan perjalanan seorang mahasiswa perguruan tinggi di negeri entah berantah. Awalnya, si mahasiswa tersebut kuliah sesuai dengan tujuannya, ingin membahagiakan keluarganya dan memberikan perubahan di kampung halamannya. Namun, di tengah perjalanan, dia mulai lupa terhadap tujuannya. Seorang teman mengajaknya untuk mengikuti sebuah organisasi. Ia menjadi terlalu fokus pada organisasi yang diikutinya itu.

Beragam pertentangan batin mulai melanda dirinya saat seseorang yang dicintainya meninggalkan. Di samping itu, keluarga di kampung halamannya terus menanyakan kelulusannya. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk segera menyelesaikan perkuliahannya.

Beri Sumbangsih

”Di sini, kami mengkritisi kehidupan mahasiswa sekarang. Mereka seharusnya memberikan sumbangsih pada negara, di bidang apapun. Namun, saat ini banyak mahasiswa kupu-kupu atau kuliah pulang, bahkan mereka yang mengikuti organisasi dikucilkan,” ujar mahasiswa semester VII Fakultas Hukum itu.

Menurut pria yang memiliki nama panggung Anget itu, proses penggarapan naskah Di Bawah Atmosfer tersebut dilakukan selama 17 hari. Pembuatan naskah dilakukannya selama dua hari. Dalam waktu yang singkat itu, membuat pentas kurang maksimal di awal-awal. Apalagi, hanya 17 anggota yang aktif membantu proses produksi pentas tersebut. ”Mungkin di awal-awal tadi, para pemain masih terlalu capai. Soalnya, beberapa pemain ada yang merangkap menjadi penata properti, dan beberapa menampilkan dua karakter yang berbeda,” ujarnya.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/5173/Kritik-Mahasiswa-lewat-Pentas-Di-Bawah-Atmosfer

Prosiding dan jurnal

 

   
     

Kontak PMB

  • Kontak Person
  • No. HP: 089 999 1 1717
  • WA: 089 999 1 1717
  • FB : https://www.facebook.com/UNTAG-Semarang
  • BBM: -
  • SMS Center: 85640385949

Kontak Universitas

  • Alamat: Jl. Pawiyatan Luhur Bhendan Duwur
  • No. Telp.: 024-8441771
  • WA: -
  • BBM: -
  • SMS Center: 085713883510

Lembaga Penelitian

  • Kontak Person:
  • No. HP:
  • WA: -
  • BBM: -
  • SMS Center: 085713883510

UPT Perpus

Nama : Arin Luthfiyah
Telp/HP : 087746487343
Email : arinluthfiyah@gmail.com
Fax : 024-8441772