Semarang – Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang aktif membangun jejaring akademik global melalui penyelenggaraan International Seminar bertema “Sustainable Water Resources and Smart Infrastructure”, Jumat (19/6). Seminar yang menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai masa depan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Sipil UNTAG Semarang bekerja sama dengan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri yang membahas inovasi terkini dalam pengelolaan sumber daya air, pembangunan bendungan, hingga pemanfaatan deep learning untuk mendukung infrastruktur cerdas.
Dalam seminar tersebut, peserta memperoleh gambaran komprehensif mengenai pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang sebagai salah satu proyek strategis nasional yang dirancang untuk mendukung ketahanan air, pangan, energi, dan pengendalian banjir. Bendungan multipurpose tersebut diharapkan mampu menyediakan pasokan air baku bagi ratusan ribu masyarakat, mendukung irigasi pertanian, menghasilkan energi terbarukan, serta memperkuat pembangunan berkelanjutan di wilayah Jawa Tengah.
Selain membahas infrastruktur fisik, seminar juga menyoroti perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning dalam mendukung konsep smart infrastructure. Berbagai implementasi teknologi seperti YOLO (You Only Look Once), Internet of Things (IoT), dan analisis data besar (big data) diperkenalkan sebagai solusi masa depan untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan akurasi pengelolaan infrastruktur publik. Teknologi tersebut telah banyak dimanfaatkan untuk pemantauan cuaca, prediksi curah hujan, deteksi kerusakan jalan secara otomatis, hingga pengelolaan kota cerdas.
Perspektif internasional turut memperkaya seminar melalui paparan hasil penelitian dari National United University (NUU) Taiwan mengenai pemanfaatan deep learning dalam pengukuran tinggi muka air sungai secara real-time. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa integrasi teknologi pengolahan citra dan kecerdasan buatan mampu menghasilkan sistem pemantauan sumber daya air yang lebih aman, efisien, dan akurat dibandingkan metode konvensional. Temuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan sistem peringatan dini banjir dan pengelolaan sumber daya air berbasis teknologi di masa depan.
Ketua Program Studi Teknik Sipil UNTAG Semarang menyampaikan bahwa seminar internasional ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan kolaborasi lintas negara. Melalui kegiatan akademik berskala internasional, mahasiswa dan dosen didorong untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang relevan dengan tantangan pembangunan global.
Lebih dari sekadar forum ilmiah, seminar ini juga menjadi wujud kontribusi UNTAG Semarang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghasilkan solusi inovatif bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya seminar internasional ini, UNTAG Semarang semakin meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga aktif membangun kolaborasi global untuk menciptakan karya dan inovasi yang berdampak bagi kemajuan bangsa.

